Kamis, 10 Februari 2022

Bunuh saja

Entah apa yang ada dibenakmu
tentang aku.. 
Yang ku tau, aku memang menyayangimu. 
Ku pikir, karena kita tumbuh bersama membuat kamu makin menyayangi ku
Tapi, makin dewasa nyatanya aku makin terluka.. 
Aku, memang anak pertama.. 
Harus lebih tangguh dan kuat darimu. 
Tapi aku hanya perempuan biasa, 
Yang sangat terluka, 
Jika marahmu, kau lampiaskan dengan pukulan. 
Dan lelahmu, kau lampiaskan dengan semua kata hina. 

Aku bukan samsak tinju,
Aku juga bukan tembok dingin yang tak punya perasaan. 
Kuhitung, dua kali.. 
Dua kali kau bilang ingin membunuhku, tiap kau marah.. 
Padahal itu hanya karena tubuh kita yang berbenturan.. 
Atau hanya karena ulah isengku yang bermaksud menjahilimu.. 

Satu kali, ku pikir mungkin hanya bercanda.. 
Dua kali, kupikir ini mulai tak lucu. 
Apa sebenci itu? jujur sakit mendengarnya. 

Ku harap kamu hanya akan melihat ini saat aku sudah mati.
Agar sesalmu sungguh menjadi.
Dan harus kamu tau, aku menangis menulis ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar