Hatiku cukup sendu, untuk dapat mendengarkan, barang sebuah cerita saja dari orang lain..
Air mata yang telah beribu-ribu detik kutahan, selalu memaksakan diri, agar dapat keluar dari tempatnya bermuara..
Rasa sakit, pilu, sedih, dan derita, yang selama ini menemani ku tumbuh dewasa..
Memaksa semua syaraf dimataku untuk tak segan menghujani wajahku.
Aku besar bersama luka, ia pun tak ingin kalah.
Ia memaksa dirinya agar terlihat banyak orang.
Terkadang ia mengalahkanku..
Dan pada suatu masa, dimana aku coba mengalahkannya..
Pada akhirnya aku kalah juga.
Ia dengan egoisnya, selalu mampu menunjukan kelemahanku..
Luka, kau tak adil.
Kau telah mengiringi langkahku tumbuh hingga sekarang.
Jangankan membiarkanku, membuatmu kalah..
Sampai kini, tak sekalipun kau membiarkan aku egois, untuk membuatmu bungkam didalam sangkar!!
Cukup. Sudah sangat lama kau datang dan pergi sesukamu.
Kini, bisakah kau tak mengusik inti jiwaku lagi? 😢
Tidak ada komentar:
Posting Komentar